Shalat Malam Rasulullah


Diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu Anha :

عَنْ عَائِشَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، كَانَتْ تِلْكَ صَلاَتَهُ يَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُ كُمْ خَمْسِينَ آيَةً قَبْلَ أَنْ يَرْفَعَ رَأْسَهُ وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ، ثُمَّ يَضْطَجِعُ عَلَى شِقِّهِ الأَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْمُنَادِي لِلصَّلاَةِ.

Dari Aisyah ra : Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wassalam biasa menunaikan shalat sebelas raka'at, begitulah shalat beliau, beliau bersujud, satu sujud lamanya sepanjang bacaan lima puluh ayat kalian, sebelum kemudian beliau mengangkat kepalanya dan shalat dua raka'at (shalat sunnah) sebelum shalat subuh, kemudian beliau berbaring pada sisi kanan badan beliau hingga datang mu'adzin menyerukan shalat.

Sahih al-Bukhori:1055

Pesan :
Rasulullah saw biasa melaksanakan 11 rakaat shalat malam, beliau senang memperlama sujud beliau, hingga satu sujud beliau panjangnya seperti waktu yang dibutuhkan oleh kita membaca 50 ayat al-Quran. Itu adalah shalat malam Rasulullah, bagaimana dengan shalat malam anda?


Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Shalat Qashar

Diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiallahu Anhu :

عَنْ ابْن عُمَرَ قَالَ: صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ لاَ يَزِيدُ فِي السَّفَرِ عَلَى رَكْعَتَيْنِ، وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ كَذَلِكَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ.

Dari Ibn Umar, dia berkata : Aku pernah menemani Rasulullah sholallahu alaihi wassalam (ketika safar), selama kepergian itu beliau tidak melaksanakan shalat lebih dari dua raka'at. Begitu juga dengan Abu Bakr, Umar dan Utsman ra.

Sahih al-Bukhori:1038

Pesan :
Qashar shalat termasuk rukhsah yang diberikan oleh Allah bagi para musafir, yaitu orang yang bepergian jauh. Mengqashar shalat, yakni melaksanakan 2 raka'at dari 4 raka'at shalat berlaku pada tiga shalat fardu, yaitu shalat zuhur, ashar dan isya.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Setan Mengganggu Seseorang Yang Shalat


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ. فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى.

Dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wassalam bersabda: Jika panggilan shalat (azan) dikumandangkan, maka setan akan menjauh sambil buang angin supaya ia tidak mendengar suara azan. Apabila panggilan azan telah selesai maka setan akan kembali, dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali menjauh, jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu dia menyelinap masuk ke dalam hati seseorang seraya berkata: Ingatlah ini dan itu yang orang itu tidak ingat sebelumnya. (Dia terus saja menggoda orang tersebut) hingga seseorang tidak mengetahui berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.

Sahih al-Bukhori:573

Pesan :
Setan senantiasa mengganggu seorang manusia yang sedang shalat, karena itu mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan sebelum anda shalat, dan berusahalah agar mempertahankan kekhusyuan dalam shalat.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Qadha Shalat


Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiallahu Anhu :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ.

Dari Anas ibn Malik, dari Nabi sholallahu alaihi wassalam beliau bersabda: Barangsiapa yang lupa menunaikan suatu shalat, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat, karena tidak ada tebusannya kecuali itu.

Sahih al-Bukhori:562

Pesan :
Shalat adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada seorang muslim. Allah memberikan perintah shalat kepada Rasulullah saat perisitiwa Isra Miraj. Shalat adalah suatu kewajiban, dan layaknya sebuah hutang kepada manusia, shalat yang ditinggalkan bagaikan hutang seorang hamba kepada Allah, yang harus dilunasi dengan mengqadha shalat tersebut. Qadha shalat bisa dilakukan kapan saja, jika anda lupa atau tertidur di waktu ashar dan baru ingat bahwa belum menunaikan shalat ashar di waktu isya, maka hendaknya anda mengerjakan shalat tersebut saat anda mengingatnya, yaitu di waktu isya.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Shalat Isya Sebelum Tidur


Diriwayatkan dari Abu Barza:


عَنْ أَبِي بَرْزَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا.

Dari Abu Barzah: Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wassalam tidak menyukai tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelah isya.

Sahih al-Bukhori:535

Pesan :
1. Anjuran untuk menyegerakan shalat isya dan tidak tidur sebelum menunaikannya, karena khawatir jika seseorang terus terlelap hingga subuh padahal shalat isya belum ia tunaikan.
2. Anjuran untuk menyegerakan tidur setelah shalat isya dan tidak berbincang mengenai hal yang tidak perlu setelah shalat.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab