PPCBlogger

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Mualaf : "Saya Memeluk Islam karena Mencintai Yesus".. Kok Bisa ?? Ternyata Inilah Alasannya, Subhanallah …


Ahmad Kainama, seorang mantan pendeta yang memilih mualaf.
pic. from : beetekno.com

Kisah perjalanan spiritual seseorang tentu berbeda-beda. Dan dari semuanya ada banyak kisah yang sangat menyentuh hati bagi siapa saja yang dapat mengambil pelajaran. Kisah perjalanan spiritual Ahmad Kainama dapat menjadi satu pelajaran bagi para pencari hidayah yang terus berkelana. Simak kisah perjalanan Ahmad Kainama dalam mendapatkan Hidayah, yang dikutip dari laman beetekno.com.

Dia bernama Ahmad Kainama, memeluk  Islam sejak tahun lalu, tepatnya pada tanggal 26 Agustus, bulan suci Ramadhan. Ia mengucapakan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa.

Ia adalah pria keturunan Ambon yang seluruh keluarganya memeluk agama Kristen. Tidak ada Kainama yang menjadi Islam,” ujarnya. Itulah yang menyebabkan ia tidak diakui lagi oleh keluarga besarnya baik di Ambon maupun yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta hingga kini, karena keputusannya memeluk Islam

Pria yang dulu bernama Agustinus Christovel Kainama mengaku keputusannya menjadi muslim, bukan karena ia mempelajari Al-Quran, melainkan karena ia memperdalam Injil sebagai kecintaannya kepada Yesus. Pada mulanya ia adalah sorang pendeta yang bertugas sejak 2005.

Ia bahkan pernah ke Yerussalem hingga ke Leiden untuk kuliah jurusan Liturgi Teologi, itu semua ia lakukan dengan biaya gratis yang ditanggung oleh Gereja Zebaot, Bogor, gereja di mana ia bertugas menjadi pendeta.

Sekolah teologinya dibiayai oleh gereja itu mulai dari S1 di STT (Sekolah Tinggi Teologi) Jakarta, sampai menjadi orang sukses.

Apa yang membuat ia berubah? Rupanya setelah ia mempelajari Injil, ia memahami Nabi Isa ternyata juga menjalankan puasa, shalat, disunat, wudhu, tahajud dan bersedekah. “Semua itu dilakukan pula oleh umat Islam,” ujarnya.

Saat sudah begitu dalam mengkaji Injil, ia malah memutuskan menjadi muslim karena apa yang dilakukan oleh Yesus.
Baginya itu adalah keputusan yang tepat. Apalagi sejak tahun 2000 pondasi keimanannya sebenarnya mulai runtuh lantaran ia memahami surat Yohanes 21 ayat 15 yang menjelaskan “sesudah sarapan, Yesus berkata kepada Petrus. Petrus apakah engkau mengasihi aku”.

Bagi beliau, Yesus seorang Tuhan seharusnya tidak makan, karena ia bukan manusia. Tapi dalam ayat tadi disebutkan Yesus makan. Akhirnya Kainama mengambil kesimpulan bahwa Yesus bukan Tuhan.

Tahun 2000 sampai 2010 ialah masa tersulit bagi Kainama. Ia mengalami tekanan batin karena harus menceritakan kebohongan kepada orang-orang ketika masih menjadi sorang pendeta.

Namun sejak keimanan goyah pada tahun 2000, ia belum berani untuk memeluk agama Islam. Ia merasa nyalinya masih ciut, ia tidak tahu harus berbuat apa karena selama ini kehidupannya dibiayai oleh Gereja Zebaot.

Tapi penolakan batinnya begitu kuat. Hingga, “Pernah pada suatu kali, ketika saya ada perjalanan pekabaran Injil di Orchad, Singapura. Saat saya mau khotbah, tiba-tiba saya ketakutan, berkeringat dan gemetar dan kemudian saya memegang pinggir mimbar, sampai-sampai orang-orang yang menyaksikan mengatakan saya disentuh Roh Kudus,” tuturnya.

Padahal, sama sekali bukan. Ia ketakutan lantaran tak sanggup lagi melakukan kebohongan, sesuatu yang bertentangan dengan batinnya.

Atas petunjuk Allah, akhirnya keputusannya untuk memeluk Islam kian bulat. Ia mendatangi Masjid Agung Sunda Kelapa untuk membaca syahadat dan menjadi mualaf.

Setelah menjadi muslim, kehidupannya berubah. Ia merasa keyakinannya diuji karena tidak ada satu orang pun keluarganya yang menerima ia menjadi sorang muslim. Ia hidup sendiri, tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan tanpa fasilitas selama ini yang ia miliki seperti mobil, dan baju-baju.

Sampai ia harus tinggal menumpang di Sekolah Legenda Wisata (Global Mandiri), Cibubur, dan ia tidur di studio musik. Namun ia tetap pada pendiriannya. Kemampuannya bermusik pun akhirnya malah membuat ia diterima menjadi pengajar di studio musik sekolah tersebut.

Meski keluarga semuanya memusuhi, fasilitas yang ia miliki hilang, tapi ia merasa bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah dan kedamaian batin kepadanya. Ia beryukur telah terlahir kembali menjadi seorang muslim dan meyakini telah berada di jalan yang benar.

Shalat Di Atas Hewan Tunggangan


Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu Anhu :
 
عَنْ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ الْمَكْتُوبَةَ نَزَلَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ.

Dari Jabir ibn Abdillah : Bahwa Nabi sholallahu alaihi wassalam mendirikan shalat diatas hewan tunggangannya menghadap ke timur. Jika beliau hendak melaksanakan shalat wajib, maka beliau turun dan melaksanakannya dengan menghadap qiblat.

Sahih al-Bukhori : 1035

Pesan :
Ketika bepergian jauh, Rasulullah melaksanakan shalat sunnah di atas hewan tunggangannya, jika beliau hendak shalat fardu, beliau turun terlebih dahulu, menghadap qiblat dan melaksanakan shalat fardu tersebut.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Memperbanyak Sujud


Diriwayatkan dari Abu Abdillah :
عن أبي عبد الله، ويقال: أَبُو عبد الرحمن ثوبان- مولى رَسُول الله صلى الله عليه وسلم رضي الله عنه، قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ((عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ؛ فَإِنَّكَ لَنْ تَسْجُدَ للهِ سَجْدَةً إلا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرجَةً، وَحَطَّ عَنكَ بِهَا خَطِيئةً)). (رواه مسلم).

Dari Abu Abdillah, juga dikatakan dengan nama Abu Abdir Rahman yaitu Tsauban, hamba sahaya Rasulullah s.a.w. r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hendaklah engkau memperbanyak bersujud, sebab sesungguhnya engkau tidaklah bersujud kepada Allah sekali sujud. melainkan dengannya itu Allah mengangkatmu sedarjat dan dengannya pula Allah menghapuskan satu kesalahan dari dirimu." (Hadist Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits tersebut:

1.    Semangat para sahabat dan tabi’in dalam kebaikan. Buktinya adalah mereka selalu bertanya pada hal yang bermanfaat bagi akhirat mereka serta hal yang dapat mendekatkan diri mereka pada Allah dan dapat meraih ridho-Nya. Juga yang mereka tanyakan adalah yang dapat menjauhkan dari sebab murka Allah.
2.    Hadits di atas menunjukkan keutamaan (fadhilah) memperbanyak shalat khususnya shalat sunnah. Itulah maksud memperbanyak sujud. Allah akan mengangkat sederajat dengannya dan menhapus satu kesalahan.
3.    Kurang tepat jika dimaksudkan dengan hadits ini adalah memperbanyak sujud-sujud lainnya di luar shalat seperti keyakinan sebagian orang yang melazimkan sujud syukur setiap kali selesai shalat sebagaimana yang sering kita saksikan. Seperti ini tidak ada dasarnya. Karena jika sujud semacam itu baik, tentu para sahabat lebih mendahului kita dalam melakukannya. Wallahu a’lam.
4.    Hadits ini menunjukkan keutamaan sujud karena sujud merupakan amalan yang menampakkan tingginya ketundukan seseorang pada Allah. Ketika sujud, hamba meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia ke tanah untuk dihadapkan pada Allah, Rabb semesta alam.
5.    Tidak boleh bagi seorang pun bersujud pada yang lainnya (selain Allah) karena sujud adalah hak Allah Ta’ala, sehingga seorang hamba harus menujukannya pada Allah semata. Walaupun dalam syari’at sebelum syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dibolehkan untuk sujud pada makhluk sebagai bentuk hormat (bukan sujud ibadah) sebagaimana sujud ayah Yusuf dan saudara-saudaranya ketika menemui Nabi Yusuf.
6.    Sujud kepada berhala dan kubur orang sholeh merupakan perbuatan syirik akbar (besar)  yang mengeluarkan seseorang dari Islam. Semoga kita dilindungi Allah dari perbuatan syirik semacam itu.
7.    Tidaklah disebut sujud kecuali jika seseorang bersujud dengan menempelkan tujuh anggota tubuhnya (ke tanah), yaitu dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki. Jika seseorang tidak meletakkan tujuh anggota tadi pada tanah semisal kedua kakinya diangkat sampai selesai sujud, maka sujudnya tidak sah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku perintahkan untuk sujud pada tujuh tulang …”. (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490)

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Wanita Segera Pulang Setelah Shalat Di Masjid


Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiallahu Anha :

عَنْ أُمّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ النِّسَاءَ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنَّ إِذَا سَلَّمْنَ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ قُمْنَ، وَثَبَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَنْ صَلَّى مِنْ الرِّجَالِ مَا شَاءَ اللَّهُ. فَإِذَا قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ الرِّجَالُ.

Dari Ummu Salamah isteri Nabi sholallahu alaihi wassalam: Bahwa para wanita di zaman Rasulullah sholallahu alaihi wassalam jika mereka telah selesai dari shalat fardhu, maka mereka segera beranjak pergi sementara Rasulullah saw dan kaum laki-laki yang shalat bersama beliau tetap diam di tempat sampai waktu yang Allah kehendaki. Kemudian jika Rasulullah sholallahu alaihi wassalam bangkit untuk pergi maka para laki-laki pun ikut bangkit

Sahih al-Bukhori: 819

Pesan :
1. Kelembutan hati Rasulullah, beliau membiarkan para wanita pulang terlebih dahulu sebelum beliau dan para pria pulang, menghindari adanya masalah jika para pria dan wanita keluar bersamaan.
2. Anjuran bagi para wanita untuk segera pulang jika selesai shalat fardhu di masjid.
3. Hal ini bisa juga diterapkan dalam hal lain selain shalat berjamaah, misalnya jika ada suatu acara dimana kaum wanita dan kaum pria berkumpul di satu gedung - meski terpisah antara pria dan wanita, bolehlah jika para wanita didahulukan, sementara para pria menunggu beberapa saat sebelum keluar. Hal itu demi menjaga agar tidak terjadi desak-desakan antara kaum wanita dan kaum pria, dan agar melindungi kaum wanita dari fitnah yang bisa saja terjadi.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

Sujud Sahwi


Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu Anhu :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي جَاءَ الشَّيْطَانُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ، حَتَّى لاَ يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى. فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya bila seseorang dari kalian berdiri mengerjakan shalat, setan akan datang mengecohnya sehingga ia tidak menyadari berapa rakaat shalat yang sudah dia laksanakan. Oleh karena itu bila seorang dari kalian mengalami peristiwa itu hendaklah dia sujud dua kali dalam posisi duduk.

Sahih al-Bukhori:1156

Pesan :
Setan selalu mencoba mengganggu dan mengecoh manusia agar ibadahnya tidak sempurna. Jika anda lupa berapa rakaat yang sudah anda lakukan, maka asumsikan jumlah rakaat terkecil yang anda ingat, misalnya anda sedang shalat isya, tiba-tiba anda ragu apakah sekarang rakaat ketiga atau keempat, maka hendaklah anda menganggap bahwa anda sedang rakaat ketiga, kemudian lanjutkan shalat seperti biasa. Lalu sebelum anda salam, kerjakanlah sujud sahwi.

Demikian kutipan one day one hadist hari ini, semoga bisa memberi tambahan ilmu dan pemahaman kita dalam menjalankan ajaran Islam.

Wallahu A'lam Bishawab